Sumber Gambar: Pixabay
Ketika tulisan ini ditulis, sebagian dari kami, para Kopites, mungkin
sedang merasa gundah. Pasalnya setelah kepergian Philipe Coutinho pada 2018
lalu, kami harus kembali mengikhlaskan kepergian pemain nomor 10 berikutnya,
Sadio Mane.
Per Fabrizio Romano, Liverpool telah menjalin kesepakatan
untuk melepaskan Sadio Mane ke Bayern Munchen. Tes medis pun sudah dilakukan
dan hanya tinggal menunggu pengumuman resmi saja dari pihak klub.
Ya, mas-mas asal Senegal ini akan memulai petualangan barunya
dan meninggalkan kenangan manis bersama Liverpool yang telah ia lukis sejak
tahun 2016 silam. Ia pun menjadi bagian dari sejarah yang berhasil mematahkan
rekor 30 tahun tanpa juara liga.
Bagi kami, kehilangan Sadio Mane sama halnya dengan
mereplikasi kesedihan beberapa tahun silam. Sebabnya bukan sekali ini saja
Liverpool kehilangan pemain yang bukan hanya berjasa di tim, namun juga menjadi
favorit di hati para fansnya.
Lebih dulu sebelum itu, sudah ada nama-nama seperti Steven
Gerrard, Fernando Torres, Luis Suarez, dan ‘Lord’ Divock Origi yang telah angkat
koper dari Anfield dengan kenangan manis yang diberikan.
Kehilangan Mane bukan hanya kehilangan sosok penting di lini
depan. Lebih dari itu, Liverpool juga kehilangan salah satu ikon yang mengawali
kembalinya era kejayaan di bawah asuhan Jurgen Klopp.
The End of ‘Trio Firmansah’ Era
Dari 6 tahun masa baktinya di Liverpool, 5 tahun di antaranya dihabiskan
Mane dengan membangun trio lini depan yang solid bersama Firmino dan Salah. Dalam
rentang waktu itu pula, trio ini berhasil mencatatkan total 374 gol dan 185
assist, menjadikannya sebagai salah satu front three yang menakutkan di Eropa.
Dari catatan itu, Sadio Mane mempunyai kontribusi dalam 168
gol yang dicetak Liverpool. Adapun rinciannya yaitu 120 gol dan 48 assist dari
269 penampilan. Sebagai seorang pemain sayap, tentunya angka ini menjadi
catatan yang luar biasa. Terlebih, ia juga pernah menyandang gelar top scorer
bersama Salah dan Aubameyang pada musim 2018/2019.
Dari kacamata kami sebagai pendukung, kepergian Mane tentunya
menjadi hal yang sangat disayangkan. Kenangan merajai Inggris dan Eropa dalam
beberapa tahun terakhir tentunya tidak lepas dari kontribusi mas-mas humble
ini.
Namun siapalah kami. Jurgen Klopp dan manajemen tim sudah
tentu lebih paham apa yang dibutuhkan klub saat ini. Dengan usia yang sudah
memasuki kepala tiga, trio ini tentunya tidak akan bisa mempertahankan performa
apiknya dalam waktu yang lebih lama lagi. Sudah saatnya Trio Firmansah
‘dipaksa’ bubar.
Regenerasi Lini Depan
Kendatipun kehilangan Sadio Mane, Liverpool sebenarnya telah berhasil
mendatangkan penyerang baru asal Uruguay, Darwin Nunez. Namun jika mengikuti
saga transfer Nunez, agaknya ekspektasi yang dibebankan kepada eks Benfica ini
juga cukup tinggi. Bukan hanya dari media, juga ekspektasi dari fans rival.
Wajar saja, pemain berumur 22 tahun yang baru dua musim di
Benfica ini dibanderol dengan harga yang cukup tinggi, € 80 Juta. Dengan
torehan 26 gol di Liga Portugal, kehadiran Nunez disebut-sebut dapat
menggantikan peran Sadio Mane dalam skema tiga penyerang Liverpool. Walaupun
kita tahu, posisi dan role yang dimainkan Nunez dan Mane jelas berbeda.
Kabar baiknya, kedatangan Nunez dapat memberikan variasi pada
serangan-serangan Liverpool di musim mendatang. Sebagaimana kita tahu,
Liverpool dengan Trio Firmansah beberapa tahun belakangan ini kerap
mengandalkan tusukan dari sayap sebagai serangan utamanya. Sayangnya, strategi
ini menjadi monoton dan mulai bisa ditebak tim lawan.
Kedatangan Diogo Jota sebenarnya menjadi salah satu opsi yang bisa
dipilih jika serangan dari sayap deadlock. Selain karena usianya yang masih
muda, Liverpool bisa mengandalkan keahliannya dalam mencari ruang. Jota dapat
bergerak ke dalam kotak penalti untuk menerima cut inside dari para sayap
Liverpool atau masuk lewat half space. Belakangan, ia pun dapat menggantikan peran
Firmino sebagai False 9.
Guna memaksimalkan serangan dari sayap, Klopp juga kembali
mendatangkan sayap lincah asal Kolombia, Luis Diaz. Kedatangan Diaz agaknya
ingin memberikan back up yang sepadan dari Sadio Mane mengingat tipe
permainannya yang mirip. Penampilannya di lapangan pun memberikan bukti bahwa
pembeliannya tidak sia-sia.
Terbaru, Liverpool mulai melakukan regenerasi lini depannya
dengan mendatangkan Nunez. Kedatangannya tidak hanya menjadi kepingan terakhir
yang dapat melengkapi serangan Liverpool dengan kemampuan target man yang
dimilikinya. Lebih dari itu, Nunez pun memiliki kecepatan yang merupakan
tipikal pemain favorit Jurgen Klopp di lini depan.
Terlebih, Robertson dan Alexander-Arnold juga dapat memanjakan
Nunez yang mempunyai postur tinggi dan kokoh lewat bola-bola atas. Hal yang
jarang digunakan Liverpool sebagai opsi serangan beberapa tahun belakangan ini.
Dengan perginya Sadio Mane dan datangnya Darwin Nunez, lini
depan Liverpool saat ini menyisakan 5 pemain yang dapat saling bahu membahu
membangun serangan. Adapun pemain tersebut di antaranya Salah, Firmino, Jota,
Diaz, dan Nunez.
Nama Harvery Elliot pun bisa menjadi salah satu opsi yang
tersedia di lini depan Liverpool jika Klopp memberikan plot sebagai penyerang untuknya,
alih-alih menjadikannya sebagai gelandang kanan.
Walaupun lini depan tampak mulai berbenah, tampaknya hal ini
belum cukup. Masih banyak PR untuk lini tengah serta back up lini belakang. Sejauh
pandang saya, Liverpool masih membutuhkan gelandang kreatif yang mampu menjadi
opsi serangan dari second line baik itu lewat umpan yang diberikan ataupun
tendangan dari luar kotak penalti.
Dari sisi pertahanan, Liverpool juga masih memiliki lubang
yang menganga jika Fabinho dan Van Dijk tidak dimainkan. Oleh karena itu, back
up seorang gelandang petarung dan satu pemain dengan role Ball Playing Defender
sekaligus leader nampaknya menjadi opsi yang harus dipertimbangkan.
Sebagai pendukung, tentunya kami berharap strategi transfer
yang dilakukan Liverpool tidak berhenti sampai di sini saja. Terlebih dengan masa
bakti Klopp yang masih panjang, Liverpool masih mempunyai waktu untuk terus
menambah kekuatan. Dengan momentum saat ini, sudah waktunya kah Liverpool
berbenah?
NB: Tulisan ini pernah dimuat di situs kumparan.com pada 29 Juni 2022 dengan judul Sadio Mane Pergi, Trio Firmansah Bubar, Waktunya Liverpool Berbenah?
Komentar
Posting Komentar