Ilustrasi Traveling. Foto: Unsplash
Sebagaimana lazimnya seorang buruh, momen
akhir pekan biasanya saya gunakan untuk memulihkan pikiran dan penat pasca lima
hari kerja. Salah satu kegiatan yang saya pilih yaitu jalan-jalan, atau para
Jakselian menyebutnya sebagai traveling.
Sayangnya, kondisi jalanan belakangan
ini membuat saya agak resah dengan semakin ramainya manusia dan terbatasnya
ruang bernafas. Mulai dari mall, bioskop, tempat wisata, taman kota, SPBU,
jalan raya, rental PS, sampai hotel pun selalu penuh dengan manusia. Pada mau
ngapain, sih?
Dengan semakin ramainya manusia ini,
aktivitas jalan-jalan semakin lama menjadi hal yang membosankan. Niat hati
ingin keluar rumah menghilangkan stres, yang kemudian terjadi malah tambah
stres karena lautan manusia.
Dalam resah, saya pun akhirnya mencari
alternatif lain agar bisa berkegiatan di luar rumah tanpa harus menjadi
‘pepes’. Setidaknya, ini beberapa cara yang saya temukan untuk tetap menikmati
jalan-jalan dan menjadi “Si Paling Traveling” ketika akhir pekan. Berikut di
antaranya:
1.
Road Trip
Ini adalah istilah Jakselian lain yang
merujuk kepada sebuah kondisi di mana kamu bepergian jauh menggunakan kendaraan
pribadi. Aktivitas yang menghabiskan bensin ini bagi saya memang menjadi
aktivitas yang seru. Terlebih, jika road trip ini dilakukan bersama dengan
teman-teman ke tempat nun jauh di sana yang belum pernah didatangi sebelumnya.
Walaupun begitu, road trip bagi saya
agak tricky karena harus bermain
dengan waktu dan perencanaan yang matang. Jika kamu ingin melakukan ini, ada
baiknya kamu cari referensi tempat yang jauh namun belum banyak dikenal orang
agar menambah kepuasanmu. Pun jangan dipaksakan jika tidak memungkinkan. Bisa
sampai ke tujuan adalah bonus, sedang kembali ke rumah dengan selamat adalah
yang utama.
2.
Solo riding
Aktivitas riding atau berkendara dengan
sepeda motor juga menjadi aktivitas yang sering saya lakukan, walau tujuannya tidak
ke Solo. Jika kamu adalah orang yang sangat disiplin dalam mengelola keuangan,
cara ini bisa menjadi alternatif yang bisa kamu pilih. Selain lebih hemat, solo
riding juga tidak terbatas hanya pada satu tempat saja sehingga memudahkanmu
untuk bepergian kesana kemari.
Untuk hal ini, saya pun menolak untuk
berkendara di tengah kota layaknya rombongan ‘ngabers’ dengan knalpot brong-nya. Saya lebih memilih untuk berkendara
di pinggiran kota. Dengan begitu, saya tetap
bisa menikmati jalan-jalan sembari mengeksplor pelosok desa dan kecamatan
tempat tinggal yang belum pernah saya jamah sebelumnya.
3.
Jalan Kaki
Ini adalah salah satu bentuk aktivitas
jalan-jalan lain yang baru-baru ini saya
nikmati. Selain membuat tubuh lebih sehat, jalan kaki di tengah kota juga
membuat saya dapat melihat-lihat tempat tertentu secara detail dan menyaksikan interaksi
manusia secara lebih dekat.
Memang bukan pilihan jalan-jalan yang
nyaman, namun aktivitas ini bisa kamu jadikan pilihan jika ingin ‘main lebih
jauh’ dan mencari pengalaman hidup lewat beragam hal yang ditemui sepanjang
jalan.
Jika bosan, kamu bisa membuat tujuan
jalan kakimu secara tematik. Misal pergi ke tempat-tempat bersejarah, perkampungan
pinggir kota, kuliner pinggir jalan, ikon kota, atau yang lainnya. Dengan
begitu, kamu juga bisa mengeksplor dan memahami diri sendiri lebih jauh lagi.
4.
‘Ngeteng’
dengan Transportasi Umum
Cara jalan-jalan satu ini sudah menjadi
hal yang umum bagi masyarakat Ibu Kota dengan akses transportasi yang bejibun. Kamu bisa menikmati jalan-jalan
hanya dengan duduk di transportasi umum. Mulai dari TransJakarta, KRL, hingga
MRT.
Namun begitu, cara ini juga tetap bisa
dilakukan buat kamu yang tinggal di daerah minim kendaraan umum, lho! Kamu bisa
mengkombinasikan antara jalan kaki dengan naik angkutan umum. Memang pilihan
yang tidak nyaman, namun dengan begitu, kamu bisa mendapatkan pengalaman lain
yang bisa membuat cerita hidupmu lebih berwarna.
Selain karena hobi, bagi saya,
traveling adalah kegiatan yang dapat mengenalkan saya terhadap dunia. Membuka
cara pandang saya terhadap manusia lewat berbagai interaksi yang saya temukan
selama perjalanan.
Pun semakin jauh jarak yang saya
tempuh, saya pun belakangan menyadari bahwa traveling tidak melulu soal jarak.
Bukan pula soal kamu pergi ke mana atau dengan siapa. Dalam definisi yang lebih
sempit, bagi saya, traveling adalah kegiatan berpindah tempat. Kegiatan di mana
kamu bisa bergerak dari titik saat ini untuk mendapatkan ketenangan,
kenyamanan, dan pelajaran hidup baru di titik lainnya. Eduun~
Komentar
Posting Komentar