Tulisan Untukmu

Merayakan Seperempat Abad

Source: Unsplash Dalam sebuah scene di kelas mengemudi Mrs. Puff, Spongebob pernah satu kali melemparkan tebak-tebakan kepada Patrick yang duduk di sebelahnya. Katanya, "apa yang lebih lucu dari dua puluh empat?". Patrick diam menahan tawa sambil menantikan jawaban pamungkas dari Spongebob. Koki Krusty Krab itu lantas memberikan jawaban, yang kemudian terkenal sebagai salah satu scene tebak-tebakan ikonik kartun ini. "DUA PULUH LIMA". Jika dilihat dari konteks pertanyaannya, adegan tersebut sebenarnya merupakan sindiran Nickelodeon terhadap kompetitornya, Cartoon Network. Pasalnya, Nickelodeon merupakan stasiun tv yang berada di channel 25, sedangkan Cartoon Network di channel 24. Lalu, apakah dua pilih lima selucu itu? Mungkin saja, saya juga nggak mau bahas itu. Toh, paragraf di atas hanya sekadar pembuka untuk menjembatani paragraf di bawah ini. Ya, selain dikenal sebagai penomoran channel tv, dan bagian dari urutan bilangan tentunya. Dua puluh lima, bagi sebagia...

Tentang


Tentang Penulis

Selamat datang!

Saya Yoga, penulis tunggal blog ini. Seorang penggemar Liverpool FC, pernah kuliah Ilmu Politik, dan kebetulan gemar menulis.

Menjadi orang yang memiliki banyak pikiran sering kali membuat saya gemas ingin menuangkannya. Di tengah minimnya orang untuk diajak bertukar kata, dan terbatasnya karakter tulisan di twitter, maka saya tasbihkan blog ini sebagai tempat bermain saya.

Mungkin bukan kebetulan kamu mampir di blog ini. Entah untuk membaca atau sekadar melihat-lihat. Apapun itu, terima kasih sudah berkunjung.

Tentang Arus Baca

Nama Arus Baca dipilih untuk menjadi nama blog ini, ketimbang nama pribadi. Alasan filosofisnya agar pembaca ikut hanyut dalam bacaan-bacaan dan alam pikiran penulis dalam blog ini. Terlalu ideal, namun saya kira ini bisa menjadi motivasi saya untuk terus belajar membuat tulisan-tulisan yang berkualitas dan enak dibaca semua kalangan.

Arus Baca adalah muka baru dari blog lama saya yang dibuat pada tahun 2013 dengan nama Blog Absurd. Blog yang saya buat ketika awal saya mulai menulis. Menyadari blog tersebut yang jauh dari kesan profesional dan 'nggak banget', akhirnya saya ubah dengan sedikit modifikasi pada beberapa bagian blog dan isinya. Apa lagi kalau bukan untuk membangun citra.

Terhitung sejak januari 2020, juga sebagai langkah untuk memulai resolusi saya dalam menulis, maka blog ini lahir kembali. Sebenarnya hal ini juga tidak lepas dari kebodohan saya yang secara tidak sadar menghilangkan sebagian tulisan dari awal belajar menulis di SMP sampai dengan masa kuliah. Kejadian ini juga yang kemudian menjadi latar belakang dibuatnya blog ini, guna mengabadikan karya tulis agar tidak lagi hilang dan bisa dibaca orang lain.

Blog ini akan menjadi medium saya untuk menulis, serta sebagai sarana saya untuk menyimpan tulisan-tulisan yang pernah saya buat. Sederhananya, blog ini diproyeksikan sebagai galeri tulisan saya yang kelak bisa dibaca oleh kalangan umum secara lebih luas.

Lebih jauh lagi, Arus Baca diharapkan bukan hanya menjadi nama blog saja. Namun bisa juga berkembang menjadi bentuk lain seperti taman baca, toko buku, atau bahkan percetakan. Arus Baca adalah salah satu alat saya untuk menyebarkan virus literasi kepada orang-orang di sekitar saya, dan masyarakat secara lebih luas. Sekaligus menjadi titik awal untuk menyelesaikan proyek besar yang bertahun-tahun ada di otak saya, mempunyai buku sendiri dengan saya sebagai pengarangnya. Insya Allah.

Salam.

Komentar